Kamis, 15 Desember 2011

Perangkat Desa Tuntut Kesejahteraan


PASURUAN – Sedikitnya 300 perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menggelar aksi unjukrasa menuntut perbaikan nasib, ke kantor Pemkab Pasuruan. Kamis (15/12).

Mengawali aksi, perangkat desa dengan berbagai atribut seperti spanduk dan poster berisi tuntutan, sebelumnya melakukan konvoi kendaraan bermotor dari alun-alun Bangil menuju kantor Pemkab hingga sempat menggangu arus lalu lintas beberapa waktu.

Ada delapan tuntutan yang dalam aksinya kali ini, terutama tuntutan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan nasib dan meningkatkan kesejahteraan perangkat desa.

Diungkapkan dalam tuntutan bahwa perangkat desa selama ini hanya mendapatkan honor dan tunjangan bulanan sebesar Rp 650 ribu saja yang dibayar tiap tiga bulan sekali. Sehingga tunjangan yang selama ini diharapkan segera disetarakan dengan besaran upah minimun Kabupaten Pasuruan yakni sebesar Rp 1,252 juta.

“Tunjangan perangkat desa seharusnya dinaikkan. Kebutuhan ekonomi semakin tinggi sedangkan tunjangan sangat kecil, jika dibandingkan dengan tanggung jawabnya,” tegas Nur Khasan, Perangkat Desa Beji, Kec Beji.

Ditambahkan, Perangkat Desa yang sudah purna maupun meninggal dunia dalam masa tugas juga selayaknya diberikan tali asih sebesar Rp 20 juta yang dibayarkan tepat waktu.

Selain tunjangan kepada perangkat desa, pemerintah juga diminta untuk memperhatikan nasib keluarga para perangkat desa dengan memberikan jaminan kesehatan dan tunjangan keluarga lainnya.

Sementara Wakil Bupati Pasuruan, Eddy Paripurna, saat melakukan dialog dengan perwakilan Perangkat Desa hanya memberikan janji dan penampung aspirasi dan tuntutan perbaikan nasib perangkat desa. tj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah memberikan komentar pada tulisan ini...