Sabtu, 27 Agustus 2011

Pasca Kecelakaan, Rel Diperbaiki

PASURUAN – Pasca kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) Tawang Alun dengan trailer, Sabtu (20/8) kemarin, di Desa Gerongan, Kec Kraton, Kab Pasuruan, PT KAI berupaya melakukan perbaikan rel di lokasi kejadian.
Dari informasi yang dihimpun, jalur lintasan rel saat ini masih dapat dilalui, namun demikian perbaikan tetap dilakukan agar kerusakan rel tidak semakin parah, dengan cara mengganti bantalan rel sebanyak 306 buah dengan panjang 280 meter.
Rencananya, pengerjaan penggantian bantalan rel prosesnya akan dimulai pada hari ini dan dikebut sampai dua hari ke depan yakni pada Sabtu (27/8) besok, sehingga momentum mudik lebaran dengan transportasi KA ini tidak terganggu.
Selain bantalan rel yang pecah dan terkelupas, sejumlah baut yang mengikat bantalan juga ada yang terputus dan bengkok sehingga jalur rel menjadi tidak sempurna.
Perbaikan akibat kecelakaan Sabtu malam tersebut dilakukan terutama juga untuk mencegah kecelakaan lagi, seperti adanya kemungkinan roda kereta anjlok atau KA tergelincir dari lintasan rel.
“Saat ini kami hanya menata balok di pinggir rel, nanti malam habis Isya’ kami akan mulai mengganti bantalannya,” terang Usman, Mandor pekerja ditemui di lokasi perbaikan. Kamis (25/8). tj

Jumat, 26 Agustus 2011

Gara-Gara Petasan, Sebuah Rumah Nyaris Ludes Terbakar


PASURUAN – Gara-gara bermain petasan, sebuah rumah di kawasan perumahan Pucang Indah Lestari Keluarahan Kebon Agung Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, siang kemarin, nyaris ludes terbakar.
Pemilik rumah dan warga sekitar sempat panik, takut jika api menyebar ke pemukiman padat penduduk itu.
Petugas pemadam kebakaran dari PMK Kota Pasuruan pun dikerahkan ke lokasi mencoba memadamkan titik api di lantai atas.
Sementara petugas PLN juga terlihat sibuk memutus saluran listrik untuk mengantisipasi dan melokalisir api agar tidak menyebar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun, kebakaran itu mengakibatkan sebagian atap rumah milik Ihwan hangus dan kayu-kayu jemuran yang terpasang di atas atap rumah ludes terbakar.
Api pun berhasil dijinakan setelah warga bersama petugas PMK bahu membahu memadamkan api.
Dari sejumlah keterangan diperoleh informasi jika kejadian ini disebabkan adanya ceceran sisa bubuk petasan sebelumnya dimainkan anak-anak di lantai atas.
“Tadi anak-anak bermaian petasan di atas, mereka lupa membersihkannya,” kata Nanang, Ketua RW setempat di lokasi, Jumat (26/8).
Sementara seorang petugas dari Polres Pasuruan Kota yang berada di lokasi, Aiptu Rusmin membenarkan kebakaran memang terjadi akibatkan petasan yang lupa dimatikan. tj

Rabu, 24 Agustus 2011

Pencuri Cengkeh Ditangkap


PASURUAN – Satuan Reskrim Polres Pasuruan berhasil menangkap lima orang komplotan pencuri cengkeh milik sebuah Pabrik Rokok PT Gudang Jati yang berada di Lingkungan Kluncing, Desa Petungsari, Kec Pandaan, Kab Pasuruan.

Masing-masing pencuri bernama Samsul Huda, Lastari, Joni Santoso, Muhammad Malik serta seorang penadah bernama Mujiono. Kesemua tersangka diketahui berdomisili di wilayah Kec Pandaan, Kab Pasuruan.

Menurut Kasat Reskrim AKP Indra Mardiana mendampingi Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Yudha Wibowo, bahwa Komplotan ini diakui cukup lihai. Pasalnya, dalam aksinya ternyata melibatkan orang dalam yakni Samsul Huda yang selama ini menyaru menjadi karyawan pabrik.

Aksi terakhir spesialis pencuri cengkeh ini diketahui pada Jum’at (19/8) kemarin, yang dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB.

“Pencuri ini memang sudah mengenal seluk beluk pabrik sehingga mudah membobol tembok gudang dan menguras cengke,” ujar Kasat Reskrim AKP Indra Mardiana.

Dalam aksinya kali ini, para pencuri berhasil menggondol cengkeh sebanyak 20 sak dengan berat 1,2 ton dengan nilai sekitar Rp 150 juta.

Dalam modusnya, sak-sak cengkeh tersebut diangkut secara bertahap dan disimpan dalam sebuah gubuk tua yang tidak jauh dari lokasi.

Setelah berhasil terkumpul, cengkeh curian itu kemudian diserahkan Mujiono selaku penadah. Selanjutnya, Mujiono menjual ke seorang pedagang bernama Kojang dengan harga sebesar Rp 185 ribu per kilogram.

“Tapi setelah berhasil menjual cengkeh Mujiono memberitahukan jika cengkeh telah dijual dengan harga Rp 116 ribu,” tambah Kasat Reskrim.

Sementara itu, Samsul Huda mengaku baru pertama kali terlibat aksi pencurian cengkeh di dalam pabrik tempatnya bekerja.

“Saya terpaksa mencuri, untuk persiapan lebaran nanti,” kata Samsul Huda di Mapolres Pasuruan.

Namun, saat disinggung bahwa ia sebagai otak pelaku pencurian karena pertama kali, Samsul Huda hanya terdiam dan tidak memberikan jawaban.

Atas perbuatannya, komplotan pencuri ini dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman paling banyak 7 tahun penjara.

Hingga kini polisi masih melakukan pengembangan kasus dan memburu salah pelaku lainnya yang diketahui bernama Ponasir. tj

Sabtu, 20 Agustus 2011

KA Tabrak Truk Di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

PASURUAN – Hati-hati kepada para calon pemudik jika melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu. Seperti yang terjadi pada kereta api penumpang Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi, menabrak sebuah truk bermuatan kayu balok saat melewati perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Gerongan, Kec Kraton, Kab Pasuruan. Sabtu (20/8).

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun roda gerbong rangkaian pertama kereta api dengan nomor loko CC-20160 tersebut, anjlok sehingga perjalanan terpaksa berhenti.

Tampak ratusan penumpang resah, duduk bersama barang bawaannya, terlantar di pinggir jalan dan rel kereta, untuk menunggu pertolongan.

Di sekitar lokasi kejadian, sejumlah penumpang menuturukan bahwa saat terjadi tabrakan sempat terjadi histeris dan kepanikan lantaran tiba-tiba terjadi goncangan dan terdengar suara benturan yang cukup keras.

Kereta pun berhenti dan sebagian besar penumpang langsung berhamburan keluar dari dalam gerbong.

Setelah beberapa saat, penumpang baru menyadari, jika roda gerbong kereta api yang dimasinisi oleh Eko Budi Santoso ini keluar dari rel, setelah menabrak truk trailer bernopol L-8206-UH, memuat kayu balok di perlintasan tanpa palang pintu sekitar pukul 19.40 WIB.

“Kami sebelumnya mengira kereta menabrak sepeda motor, tak tahunya truk muat kayu glondongan,” ujar Halim, salah satu penumpang.

Akibat tabrakan itu, bagian kiri depan lokomotif kereta ringsek, sedangkan bodi depan maupun bodi belakang truk trailer ringsek sehingga semua kaca truk pecah berantakan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun, sopir truk bernama Umar (40), warga Desa Gragal, Kec Maron, Probolinggo, mengalami cedera ringan pada bagian kepala.

Ditemui di RS Umum Bangil, Umar mengaku shock dan tidak mengetahui jika truk kayu yang diangkut dari pelabuhan Perak Surabaya ke PT IFURA di Desa Gerongan, tiba-tiba tertabrak kereta Tawang Alun yang melaju kencang menuju arah Banyuwangi.

Saat itu posisi truk trailer dijelaskan oleh Umar, telah separuh melampaui perlintasan tanpa palang pintu itu.

"Belakang truk, langsung terdengar braak!. Waktu itu lintasan tidak ada penjaganya," ujar Umar, sopir truk trailer.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan terjadinya kecelakaan apakah terdapat kelalaian dari sopir truk trailer maupun masinis kereta saat melaju di perlintasan kereta api tidak berpalang pintu tersebut.

Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Yudha Wibowo melalui Kapolsek Kraton, AKP Suko Wahyudi, menuturkan jika saat terjadi tabrakan, penjaga lintasan tidak berada di tempat.

“Biasanya warga menjaga lintasan ini, tapi mungkin waktu itu ditinggal ibadah sholat terawih,” kata AKP Suko Wahyudi, Kapolsek Kraton.

Imbas kecelakaan ini, sejumlah perjalanan kereta juga mengalami penundaan pemberangkatan, diantaranya kereta api Mutiara Timur yang seharusnya berangkat dari surabaya menuju banyuwangi saat itu harus berhenti menunggu proses evakuasi kereta api Tawang Alun.

Sementara pada malam itu juga, perjalanan ratusan penumpang kereta Tawang Alun dipindah ke sejumlah bis umum menuju ke arah wilayah Banyuwangi.

Dari informasi sekitar hampir sepuluh jam setelah kejadian kecelakaan, roda kereta api telah diperbaiki dan dapat diangkat dari jalur rel, sehingga jalur utama kereta api menuju Banyuwangi tersebut kembali normal.

Polisi menghimbau kepada pengendara khususnya bagi para pemudik lebaran nanti, agar lebih berhati-hati, jika melintas di perlintasan kereta tidak berpalang pintu. tj

Kamis, 18 Agustus 2011

Arteri Gempol-Porong Dipastikan Selesai H-7


PASURUAN – Kemacetan di jalur lalu lintas wilayah Gempol – Porong, menjelang arus mudik lebaran mendatang masih diperkirakan akan berkurang.

Pasalnya, proses pengerjaan jalan arteri pengganti tol via Kejapanan, yang menghubungkan Sidoarjo – Pasuruan, saat ini tengah dikebut pengerjaannya. Diperkirakan proses pembangunan jalan arteri ini akan selesai H-7 lebaran nanti.

Pembangunan kontruksi jalan arteri, dilakukan dengan cara pengecoran jalan dan pengerasan pondasi, dan hingga saat ini proses pembangunannya sudah pada tahap pemasangan jembatan sementara (bailey) di jalur arteri sepanjang 4,6 KM tersebut.

“Jalan ini hanya dapat dilalui untuk Roda dua dan kendaraan pribadi roda empat saja,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Yudha Wibowo, saat sidak bersama sejumlah pejabat di lokasi.

Dibangunnya jalur arteri ini diharapkan kemacetan di jalur Porong – Gempol saat mudik lebaran nanti dapat dikurangi hingga 40 persen.

Selain itu pada saat arus mudik mendatang, ruas jalan di jalur Pantura dipastikan bebas dari kemacetan. Sejumlah perbaikan jalan yang saat ini dalam proses pengerjaan, dipastikan selesai sebelum arus mudik lebaran berlangsung.

"Kita menyadari ada beberapa titik-titik rawan kemacetan. Namun kami akan mengantisipasi kemacetan tersebut," tambah Kapolres Agung Yudha Wibowo.

Sementara pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol penghubung Sidoarjo – Pasuruan hingga kini masih belum selesai.

Dari informasi diketahui bahwa terdapat 18 petak tanah yang belum dapat dibebaskan. Petak tanah yang semula berstatus kelas tanah sawah, oleh pemiliknya dianggap sebagai tanah kavling (kering). Sehingga harga jualnya menjadi lebih mahal, dari sebelumnya Rp112.000/meter persegi meningkat menjadi Rp210.000/meter persegi. tj

Selasa, 16 Agustus 2011

Mamin Kadaluarsa Dirazia


PASURUAN – Menjelang hari raya lebaran, Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) kemarin pagi, menggelar razia makanan dan minuman (mamin) di sejumlah toko dan pedagang mamin eceran di pasar besar Kota Pasuruan. Selasa

Sedikitnya enam kantong berbagai makanan ringan ukuran 5 dan 10 kilogram, seperti kacang dan snack lainnya, disita karena kemasannya rusak dan tidak terdapat tulisan atau stempel kadaluarsa.

Meskipun tertulis daftar ijin usaha dan merk secara resmi, namun produk makanan ringan tersebut harus disita, karena makanan tersebut dianggap dapat membahayakan konsumen.

Tidak demikian perlakuan yang ditunjukkan petugas kepada para pedagang mamin eceran yang berjualan di dalam pasar. Petugas hanya memberikan peringatan kepada pedagang mamin eceran dan menghimbau untuk tidak menjual makanan yang berbahaya.

Menurut Sumarni, Kabid Perdagangan dan Koperasi Disperindag Kota Pasuruan, bahwa peringatan berupa teguran secara lisan kepada pengecer mamin tersebut lebih dikarenakan pedagang kecil mendapatkan barang dagangannya dari para pedagang atau toko-toko besar.

Teguran secara lisan juga diberikan kepada para penjual jajanan seperti sosis, tempura ataupun bakso, karena telah mengemas dagangannya dalam jumlah maupun ukuran yang lebih kecil dari sebelumnya, sehingga tidak lagi hiegenis.

“Kami juga tidak mengambil sample seperti sosis dan lainnya itu, karena nanti ada tim dari dinas lain (Dinas Kesehatan),” ujar Sumarni.

Pada kesempatan ini, selain razia mamin, Disperindag juga memantau perkembangan harga bahan makanan pokok di pasaran.

Dari pantauan langsung itu, harga pada hampir seluruh bahan makanan seperti sembako dan produk seperti daging sapi daging ayam, masih stabil belum ada kenaikan. Cabai dan bawang juga relative normal. tj

Senin, 15 Agustus 2011

Gara-gara Patrol Sahur Musholla Dirusak


PASURUAN – Gara-gara dendam setelah dilarang berpatrol sahur, puluhan pemuda nekad merusak sebuah musholla milik H. Hasanuli (47), warga Dusun Krajan, Desa Tambakrejo, Kec Pasrepan, Kab Pasuruan.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun, akibatnya dua buah jendela kaca musholla rusak berantakan. Sedangkan sebagian atap pada tiga rumah yang berada di sekitar musholla, mengalami rusak ringan karena terkena lemparan massa.

Kelompok pemuda tersebut diketahui berasal dari Desa tetangga yakni Desa Lemah Abang, Kec Pasrepan, Kab Pasuruan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Yudha Wibowo, mengatakan bahwa Pengrusakan terjadi ba’dal Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB, Minggu (14/8) kemarin.

Diduga,  pengrusakan disulut adanya dendam sekelompok pemuda, lantaran dua hari sebelum pengrusakan terjadi, sejumlah anak-anak Desa Lemah Abang, dimarahi oleh Hasanuli karena melakukan patrol waktu jam makan sahur, di seputaran rumah warga Dsn Krajan.

“Ceritanya, waktu itu Pak Hasanuli melarang sekelompok anak-anak patrol sahur karena di tempat itu suda ada yang patrol membangunkan makan sahur,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Agung Yudha Wibowo di Mapolres Pasuruan. Senin (15/8).

Sepertinya anak-anak dan pemuda yang dilarang patrol oleh Hasanuli merasa sakit hati hingga akhirnya nekad melakukan penyerangan dan pengrusakan musholla.

Lebih dari 50 pemuda dan anak-anak turut melakukan pengrusakan. Bahkan selain membawa batu-batu untuk dilempar, sebagian pemuda diketahui membawa senjata tajam berupa celurit dan golok.

Waktu itu, Hasanuli bersama sejumlah warga Desa Tambakrejo lainnya sempat berusaha menemui massa Desa Lemah Abang untuk menghentikan aksi pengrusakan.

Namun, massa tidak peduli dan tetap saja melakukan pengrusakan dengan menggunakan batangan kayu dan lemparan batu. Setelah puas melakukan aksinya, massa langsung ‘ngacir’ meninggalkan lokasi kejadian.

Setelah beberapa waktu berlangsung polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Sejak malam hingga siang hari kemarin, polisi sudah memeriksa setidaknya sepuluh orang saksi, masing-masing tujuh orang warga Desa Tambakrejo dan 3 orang dari warga Desa Lemah Abang.

Hingga sore kemarin, puluhan polisi dengan kendaraan dan senjata lengkap masih siaga melakukan pengaman di lokasi. tj

Kamis, 11 Agustus 2011

Terminal Wisata Segera Dioperasikan


PASURUAN – Terminal wisata Kota Pasuruan yang dibangun di areal lahan bekas terminal lama seluas 6.500 meter persegi, bakal segera dioperasikan. Keberadaan terminal wisata tersebut, diharapkan dapat membantu penataan ruang di tengah kota, yakni Alun-alun menjadi tertata lebih rapi.

"Bus-bus wisata ataupun mobil lain yang selama ini diparkir di seputaran alun-alun untuk berziarah ke makam KH Abdul Hamid, yang berada di kompleks pemakaman Mesjid Jami’ (Mesjid Agung Al-Anwar), nantinya harus diparkir di terminal wisata,” tandas Hasani, Walikota Pasuruan, dalam sebuah acara Ramadhan di rumah pribadinya, Rabu (10/8).

Terminal wisata Kota Pasuruan ini dibangun selama dua tahun terakhir dengan anggaran APBD Kota Pasuruan. Tahap pertama dikerjakan 2010, dengan anggaran dana sebesar Rp 1,3 miliar dan dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua pada 2011 ini dengan anggaran sekitar 2,4 miliar.

Hingga saat ini pembangunan tahap kedua berupa kios-kios, gazebo serta parkir becak dan sarana angkutan lain untuk menuju lokasi tengah kota, pengerjaannya tengah dikebut. Pekerjaan proyek ini ditargetkan akan rampung pada awal Nopember nanti.

Terminal wisata, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat terutama kepada para tukang becak. Pasalnya, becak nanti menjadi sarana utama dari terminal wisata ke lokasi Mesjid Jami’, dalam Program Wisata Religi yang coba dikembangkan Pemerintah Kota Pasuruan.

“Saya minta para tukang becak nanti memperbaiki penampilannya dan menata diri, sehingga para peziarah semakin betah,” tambah Hasani.

Pengembangan terminal wisata ini sekaligus untuk memberdayakan perekonomian masyarakat, terutama UKM dengan produk-produk unggulannya.

Kios dan gazebo yang dibangun, disediakan bagi para UKM agar dapat memasarkan produk-produk unggulannya sebagai oleh-oleh khas Pasuruan. tj

Lelang Pembangunan Gedung Jamsostek Dituding Rekayasa


PASURUAN – Proses lelang proyek pembangunan gedung Jamsostek Cabang Pasuruan senilai Rp 5,550 Milyar, diduga ada rekayasa.

Sorotan itu lagi-lagi dilakukan oleh, Tim Investigasi DPD Partai Hanura Kabupaten Pasuruan saat mendatangi Kantor Jamsostek Cabang Pasuruan di Jl Wahidin Sudiro Husodo Utara, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Kamis (11/8).

Menurut M Ridwan, Sekretaris Hanura Kab Pasuruan, proses lelang ini dinilai masih belum terbuka. Diantaranya terungkap, pada saat pengumuman usulan pemenang tender, Jamsostek atau panitia lelangnya tidak memberikan nominal penawaran dari pemenangnya. Padahal jika diruntut dari urutan nilai penawaran rekanan, jelas ada perubahan urutan daftar rekanan saat pembukaan sebelumnya.

Namun, atas kedatangan Tim invetigasi untuk upaya klarifikasi ini, pihak Jamsostek terkesan sengaja menutupi proses lelang proyek tersebut.

Bambang Sugiono, PPs. Kabid Umum, hanya mengatakan kalau Yudi, Kepala Jamsostek, tidak bisa ditemui karena masih sibuk dengan seorang tamu.

Lucunya, saat Ridwan yang menyatakan siap menunggu sampai tamu Yudi pulang, Bambang malah berkelit dan beralasan lain. “Barangkali Besok saja, kalo ketemu Pak Yudi,” kata Bambang Sugiono enteng.

Pengumuman lelang dipasang di depan kantor dan website Jamsostek pada Mei lalu. Begitu dibuka, ada 7 rekanan yang mendaftar. Selanjutnya Dari proses seleksi, 3 rekanan dinyatakan lolos.

Masing-masing, PT Budi Karana Jaya asal Tulungagung dengan nilai penawaran Rp 4,980 Milyar, PT Delima Kreasi Nusa dari Sidoarjo dengan penawaran Rp 5,400 Milyar dan PT Java Perkasa asal Jakarta dengan penawaran sebesar Rp 5,490 Milyar.

Yang menarik saat usulan calon pemenang diumumkan pada Senin (8/8) kemarin, susunan pemenangnya berubah total. Nomor urut pemenang, masing-masing PT Delima Kreasi Nusa, PT Budi Karana Jaya dan terakhir PT Java Perkasa.

“Masa sanggah yang mestinya berlangsung 5 hari, hanya dilaksanakan 3 hari saja. Ada rekayasa apa algi ini,” kata Ridwan penuh tanda tanya. tj

Rabu, 10 Agustus 2011

Jelang Lebaran, Perbaikan Jalan Dikebut



PASURUAN – Mendekati arus mudik lebaran, perbaikan jalur pantura terus dikebut penyelesaiannya. salah satunya di sepanjang jalan raya pasuruan yang sejak sepekan lalu dilakukan perbaikan oleh Bina Marga Propinsi Jawa Timur.

Salah satu lokasi jalan yang tengah dilakukan perbaikan adalah jalan raya Gading Kota Pasuruan.

di sepanjang jalan ini merupakan salah satu lokasi jalan raya yang kerap kali dilanda kemacetan terutama saat arus mudik dan arus balik lebaran.

selain karena intensitas kendaraan yang meningkat, faktor jalan raya yang tidak terlalu lebar, juga kerap membuat jalur ini kerap di landa kemacetan.

Hingga siang tadi terlihat sejumlah petugas melakukan pengerukan, pengurukan dan pengecoran jalan yang rusak.

Seorang mandor mengatakan jika perbaikan jalur provinsi ini dikebut agar target seminggu menjelang lebaran, jalan raya sudah bisa dilalui dengan  nyaman oleh para pengguna jalan.

Tidak hanya di jalan raya Gading Kota Pasuruan, namun sejumlah jalan lainnya yang menghubungkan jalur Surabaya - Bali seperti di jalan raya Ngopak, jalan raya Rejoso, hingga perbatasan kabupaten probolinggo juga dilakukan perbaikan, baik dengan pengerukan hingga pengaspalan baru. Sebagian besar di lokasi itu, jalanan sudah selesai diperbaiki. tj

Selasa, 09 Agustus 2011

Dua Kecamatan Krisis Air Bersih


PASURUAN – Musim kemarau tahun ini baru berjalan beberapa bulan. Namun demikian, krisis air bersih sudah terjadi di dua kecamatan wilayah Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Lumbang dan Winongan.

Hal itu terpantau saat Komando Distrik Militer AD (Kodim) 0819, memberikan bantuan berupa air bersih ke sejumlah tempat di dua wilayah kecamatan itu. Selasa (9/8).

Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, kesulitan air bersih, setidaknya dialami warga di Desa Jeladri, Sumberrejo, Srui, Kedung Banger, serta Desa Kronto, Kec Winongan.

Sedangkan di wilayah Kec Lumbang dari 12 Desa tercatat 8 desa yang cukup terdampak krisis air bersih, diantaranya Desa Cukur Guling, Panditan, Lumbang, Watu Lumbung.

Untuk memperoleh air bersih, warga di dua kecamatan tersebut, terpaksa ‘turun gunung’ dengan cara menyewa angkutan ojek, ke sumber air di Pemandian Banyu Biru.

Tiap jireken berisi 20 liter air bersih yang diangkut ojek, warga harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 1.000,-.

Tandon air yang selama ini menjadi satu-satunya sumber untuk mendapatkan air bersih, saat ini diakui sudah tidak dapat diharapkan.

Pasalnya, aliran air dalam tendon terlalu kecil bahkan beberapa tandon sudah tidak mampu lagi mengalirkan air.

Sehingga, warga mengaku akan banyak kehilangan banyak waktu bila tetap berusaha mengambil air di tandon. Untuk dapat mengumpulkan 2-4 jiriken air ukuran 20 liter, warga terpaksa harus menunggu hingga satu hari.

“Meskipun jauh, kami milih tambah ongkos ojek ke Banyubiru untuk mendapat air bersih,” ujar Khusniyah, warga Desa Jeladri, Kec Winongan saat mengantri air bersih pemberian Kodim 0819.

Dituturkan bahwa di wilayah yang tercatat tersebut, selama ini terkenal sebagai daerah tandus dan sulit untuk mendapatkan air. Semua warga di tempat itu, dijelaskan tidak memiliki sumur dalam rumah yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan cuci.

Warga akan sedikit terbantu jika telah menginjak musim penghujan. Pasalnya, air sungai yang saat ini kering, akan sedikit terisi dan teraliri air hujan.

Warga berharap agar, Pemerintah setempat memberikan perhatian dan segera mencari solusi agar krisis air bersih ini dapat segera teratasi.

“Pak Bupati sampai saat ini sepertinya tidak tahu, kalo warganya ini kesulitan air,” teriak salah seorang pemuda disambut tawa Khusniyah dan warga lainnya. tj

Minggu, 07 Agustus 2011

Polisi Patrol Sahur



PASURUAN – Menabuh galon kosong, kentongan bambu atau alat tetabuhan tradisional lainnya untuk membangunkan umat muslim sahur pada ramadhan oleh warga selama ini, mungkin sudah lumrah kita jumpai. Namun, tradisi rutin membangunkan umat muslim untuk makan sahur tiap bulan ramadhan kali ternyata juga dilakukan polisi berseragam.

Seperti yang dilakoni petugas Kepolisian Resort Pasuruan Kota kali ini. Tidak tanggung-tanggung AKBP Atih Nursani, Kapolresta sendiri yang memimpin aksi Patrol Ramadhan. Sabtu (6/8) dini hari.

Dengan mengenakan seragam dinas, Kapolresta terlihat ‘gagah’ menabuh galon air mineral kosong diringi tetabuhan petugas lainnya berkeliling ke sejumlah perkampungan dan perumahan warga di wilayah Kota Pasuruan.

Keikutsertaan polisi dalam patrol sahur berkeliling dari satu kampung ke kampung lain membangunkan warga untuk makan sahur tersebut, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan puasa.

Patrol sahur Ramadhan oleh petugas kepolisian ini rencananya akan terus dilakukan hingga menjelang akhir bulan puasa Ramadhan berakhir.

“Kegiatan ini salah satu bentuk pelayanan terhadap masyarakat,” kata AKBP Dra Atih Nursani.

Sementara, sejumlah warga telrihat menyambut sukacita aksi polisi ini, pasalnya selain membangunkan makan, keberadaan polisi diakui telah menciptakan rasa aman. tj

Spesialis Pencuri Bantal Lori Tertangkap


PASURUAN – Satuan Reskrim Polres Pasuruan berhasil mengamankan seorang tersangka diduga spesialis pencuri bantalan rel kereta lori milik Perusahan Gula (PG) Kedawung, bernama Fajar Mulyo (30), warga desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kab Pasuruan.

Menurut Kasubag Humas Polres Pasuruan, AKP Bambang HS, bahwa penangkapan sebenarnya terjadi tanpa sengaja, pada jum’at (5/8) pukul 02.00 WIB dini hari, saat dua orang petugas penjaga rel PG, memergoki tiga orang yang tidak dikenal tengah asik melepas melepas bantalan rel lori yang berada di tengah area tebangan tebu di wilayah Desa .Tampung Kec Lekok

“Satpam pabrik Pak Bargowo dan Pak Mitro lari minta bantuan. Kebetulan ada petugas polisi yang tengah patroli sehingga langsung ke lokasi kejadian,” ujar AKP Bambang HS.

Setelah beberapa waktu, polisi berusaha membekuk kawanan pencuri ini. Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara polisi dan pencuri di tengah perkebunan tebu itu. Namun, polisi hanya mampu menangkap Fajar Mulyo, sedangkan dua pelaku lainnya berhasil kabur.

Fajar yang sudah tidak mampu berkutik itu, kemudian menunjukkan bantalan rel lori hasil aksinya pada malam sebelumnya, yang disembunyikan di semak-semak tidak jauh dari tempat ia tertangkap.

“Petugas berhasil menemukan 40 bantalan rel dan satu unit sepeda angin yang digunakan mengangkut bantalan disembunyikan di semak. Selanjutnya bantalan dan sepeda kami sita sebagai barang bukti,” tambah AKP Bambang.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku jika aksi mencuri bantal rel lori ini baru pertama kali dilakukan atas ajakan dua rekannya yang saat ini menjadi buronan polisi. Mencuri bantalan rel dikatakan juga cukup mudah dilakukan karena hanya memerlukan alat sederhana, berupa kunci ‘inggris’ untuk membuka baut mur dan linggis sebagai alat tuas.

“Saya diajak hanya minta imbalan uang beli rokok saja,” kata Fajar di hadapan penyidik.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus pencurian ini lantaran menduga kawanan ini merupakan satu jaringan spesialis pencuri rangkaian rel kereta yang kerap beroperasi dan meresahkan di sekitar wilayah Pasuruan.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 363 Kuhp tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. tj

Rabu, 03 Agustus 2011

Arteri Gempol Porong Hanya untuk R-2


PASURUAN – Kemacetan di jalur lalu lintas wilayah Gempol – Porong, menjelang arus mudik lebaran mendatang masih menjadi momok. Pasalnya, proses pembebasan jalan pengganti arteri Gempol Porong yang melingkar via Kejapanan sampai saat ini belum tuntas.

Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Pasuruan, Soeharto, menuturkan bahwa dari jalan sepanjang 4,6 KM jalur baru, saat ini terdapat 18 petak tanah yang belum dapat dibebaskan.

Petak tanah yang semula berstatus kelas tanah sawah, oleh pemiliknya dianggap sebagai tanah kavling (kering). Sehingga harga jualnya menjadi lebih mahal, dari sebelumnya Rp112.000/meter persegi meningkat menjadi Rp210.000/meter persegi.

Dan dari 18 petak tanah itu, enam orang telah menyatakan persetujuannya untuk melepas tanah miliknya.

Soeharto, yang juga Asisten I Kab Pasuruan itu, juga mengatakan bahwa sebenarnya salah satu jalur lainnya sudah 100 persen dibebaskan. Tapi sayangnya, sampai saat ini jalur ini justru belum juga dibangun. Sehingga pada arus mudik mendatang, jalur arteri Gempol porong ini hanya bisa dilalui untuk kendaraan roda dua (R2).

Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga telah mengusulkan pada jalur yang sudah 100 persen dibebaskan, agar segera dilakukan pembangunan kontruksi jalan, meskipun cukup dengan cara pengerasan pondasi, sehingga dapat dilalui kendaraan R2.

”Untuk mengejar target arus mudik lebaran nanti, cara pengerasan pondasi, menjadi pilihan," tandas Soeharto. Rabu (3/8).

Kapolres Pasuruan AKBP Agung Yudha wibowo, disela mendampingi Waka Polda Jatim mengungkapkan, bahwa pada saat arus mudik mendatang, ruas jalan di jalur Pantura bebas dari kemacetan. Sejumlah perbaikan jalan yang saat ini dalam proses pengerjaan, diyakini selesai sebelum arus mudik lebaran berlangsung.

"Kita menyadari ada beberapa titik-titik rawan kemacetan. Namun kami akan mengantisipasi kemacetan tersebut. Dan jalan-jalan yang masih dalam perbaikan, diperkirakan selesai sebelum arus mudik dimulai," kata Kapolres Agung Yudha Wibowo. tj

Selasa, 02 Agustus 2011

Bacokan, Berebut Limbah Kayu

PASURUAN – Bulan ramadhan ternyata tidak menyurutkan seseorang untuk tetap berbuat sadis. Seperti yang terjadi di Pasuruan kali ini, hanya gara-gara berebut limbah kayu, seorang pemuda bernama Arie Priyo Laksono (21), warga Surabaya, tega membacok teman sekerjanya dengan celurit.

Arie mengaku jika kejadian sepele tersebut bermula saat ia mendapat giliran tugas membuang limbah kayu PT Karea, Beji, tempatnya bekerja.

Namun, tanpa diduga, Setia Budi (26), teman kerja Arie waktu itu meminta agar tugas membuang limbah kayu diberikan kepadanya.

Keduanya waktu itu langsung terlibat percekcokan mulut bahkan berlanjut menjadi perkelahian fisik di lokasi pabrik. Tapi, sejumlah rekan mereka berhasil melerai pertengkaran sehingga tidak sampai berlanjut.

Namun, sepertinya, emosi Arie kala itu tidak dapat di bendung. Arie pun bergegas pulang dan mengambil celurit dan kembali ke pabrik dan tanpa ampun langsung membacok Setya Budi.

Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit umum di wilayah Sidoarjo dengan mengalami luka serius pada bagian leher, tangan kanan dan ibu jarinya putus.

Belakangan diketahui, jika pelaku memiliki dendam karena korban selama ini berprilaku seperti preman kepada dirinya maupun semua rekaan kerja lainnya.

“Budi memang sering malaki uang kepada saya. Dan saat itu saya sudah emosi,” ujar Arie Priyo Laksono.

Sementara itu, selain mengamankan pelaku, Kepolisian Sektor Beji, juga mengamankan sebatang kayu dan juga celurit untuk dijadikan barang bukti.

“Pelaku kami amankan di depan pabrik tempatnya bekerja, dan saat ini masih kita lakukan penyelidikan,” kata Kompol Suswandi, Kapolsek Beji.        

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 351 dan 353 sub Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 hingga 15 tahun penjara. tj