Rabu, 16 November 2011

Gedung Ambruk, Siswa SD Belajar Di Rumah Warga


PASURUAN – Siswa SDN Banjarimbo 02, Kec Lumbang, Kab Pasuruan terpaksa menumpang sekolah di rumah warga. Pasalnya, gedung sekolah yang digunakan belajar sejak lebih tiga bulan lalu rusak parah.

Unit gedung rusak untuk tiga kelas belajar siswa tersebut memprihatinkan dan membahayakan karena seluruh atap ambrol dan dinding yang mengelilingi gedung jebol.

Sejumlah siswa mengaku tidak dapat belajar karena rumah yang ditumpangi tidak memadai, sempit dan berdebu lantaran bangunan rumah tersebut dipinjamkan pemiliknya dalam kondisi setengah jadi.

Rumah yang ditempati masih berlantai tanah, belum terpasang pintu maupun jendela, bahkan dinding rumah juga belum diplester.

“Ya terganggu karena banyak debu, saya pingin sekolah dibangun lagi,” kata Tri Yuliani, siswa kelas IV setelah mengikuti pelajaran pagi kemarin. Rabu (16/11).

Dari catatan pihak sekolah, setidaknya sekitar 82 siswa SDN Banjarimbo 02 terpaksa ‘ngemper’ belajar di luar kelas dan rumah warga karena gedung sekolah rusak dan saat ini masih belum dibangun.

Dari jumlah tersebut siswa kelas I hingga IV selama ini melakukan proses belajar menggunakan rumah warga. Sedangkan kelas V untuk sementara ini menempati ruang rapat guru dan parahnya lagi untuk siswa kelas VI bertempat di sebuah petak rumah tukang kebun sekolah.

Kepala sekolah SDN Banjarimbo 02, H. Giyo, hanya bisa pasrah menerima kondisi bangunan sekolahnya rusak. Tidak adanya anggaran menjadi alasan utama sehingga gedung tidak segera dibangun dan diperbaiki.

Ambruknya atap gedung sekolah dituturkan karena atap bangunan selama ini lapuk.

“Melihat kondisi bangunan gedung kami takut dan tidak lagi dibuat belajar, sehingga saat ambruk tidak mengakibatkan korban,” kata H. Giyo.

Desa Banjarimbo merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Lumbang yang terletak di sekiar lereng Gunung Bromo berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo.

Barangkali peristiwa ini menjadi sebuah ironi, di satu sisi pemerintah ‘jor-joran’ menambah anggaran pendidikan nasional agar mutu pendidikan meningkat lebih baik. Namun, ternyata besarnya anggaran dan janji peningkatan pendidikan sepertinya berbanding terbalik dan memprihatinkan jika sekolah-sekolah yang terpencil jauh seperti SDN Banjarimbo 02 malah luput dari perhatian pemerintah. tj



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah memberikan komentar pada tulisan ini...