Selasa, 07 Juni 2011

Koramil Didemo

Warga Ds Kenduruhan di halaman Koramil Sukorejo
PASURUAN – Sedikitnya 300 warga Desa Kenduruhan, Kec Sukorejo, Kab Pasuruan, Selasa (7/6) sore melakukan unjuk rasa ke markas Koramil Sukorejo, Kab Pasuruan.

Aksi warga dilakukan menyusul dugaan penganiayaan oleh Serma Suherman, anggota Koramil Lumbang, Kab Pasuruan kepada Kepala Desa Kenduruhan bernama Salim Mahendra.

Warga menuntut oknum anggota Koramil tersebut dicopot dari kedinasan dan ditindak secara hukum.

“Tentara itu seharusnya melindungi, ini kok malah melakukan penganiayaan,” sesal Sokibi, salah satu warga di tengah unjuk rasa di depan markas Koramil Sukorejo.

Dijelaskan oleh Sokibi, penganiayaan oleh tentara yang terjadi pada hari Sabtu (4/6) lalu, sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat itu, Serma Suherman tiba-tiba mendatangi rumah Salim dan langsung melakukan memukul wajah dan mencekik Salim hingga terluka.

Peristiwa penganiayaan diduga dilatarbelakangi persoalan perebutan tanah antara Salim Mahendra, dengan Maimunah yang juga masih Saudara Salim.

Salim dianggap merugikan Maimunah dalam melakukan pengukuran untuk menentukan batas tanah.

Sehingga Maimunah kecewa dan ‘menyewa’ Serma Suherman sebagai beking agar mendapatkan perlindungan dan bagian tanah yang dianggap sesuai bagi Maimunah.

Sementara itu, Komandan Kodim 0819, Letkol. Kav. Edi Sutjipto, mengatakan bahwa Serma Suherman saat ini sudah dicopot dari jabatannya sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Lumbang, Kab Pasuruan.

Serma Suherman dianggap telah melakukan tindakan tidak terpuji dan indisipliner sebagai seorang tentara.

“Tentara arogan pasti akan kita tindak,” tegas Kol Edi Sutjipto melalui telepon selulernya.

Terkait proses hukum, atas tindakan penganiayaan pihak Kodim saat ini masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan Serma Suherman. tj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah memberikan komentar pada tulisan ini...