Selasa, 01 Februari 2011

Banjir Terus Landa Pasuruan


PASURUAN – Banjir sepertinya tidak pernah berhenti menghampiri. Kali ini, terpantau 4 kecamatan yang tersebar di wilayah Kab dan Kota Pasuruan, diterjang banjir. Selasa (1/2).

Di Kabupaten Pasuruan, wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Kraton, Kecamatan Winongan serta Kecamatan Gondang Wetan.

Di dua wilayah tersebut ketinggian air memasuki rumah dan jalan-jalan pemukiman mencapai lebih dari 1 meter.

Bahkan di jalur pantura jurusan Surabaya – Banyuwangi tersebut, termasuk wilayah Kecamatan Kraton, mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan terganggu macet.

Laju kendaraan dari dua arah tersendat hingga harus melintas secara bergantian agar tidak terjadi kecelakaan atau kejadian yang mungkin dapat memperparah arus lalu lintas.

Salah seorang warga Tambak Rejo, KecamatanKraton, Bambang (34), di sela-sela membantu kelancaran arus lalu lintas malam itu, mengatakan bahwa banjir menerjang kerap terjadi. Setidaknya sejak awal tahun ini terhitung, banjir sudah tiga kali menerjang daerahnya.

Masih seperti sebelumnya, banjir kali ini disebabkan aliran air sungai pecahan sungai Brantas yang melintasi wilayah Pasuruan meluap dan tidak mampu menampung debit air hujan yang terus mengguyur wilayah selatan Pasuruan dan wilayah Malang.

“Jika hujan deras terus di wilayah selatan, seperti Malang, kami pasti kebanjiran,” terang  Bambang.

Di wilayah Kecamatan Gondang Wetan, banjir terparah berada di Desa Bajangan. Selain merendam ratusan rumah, akses jalan alternatif menuju Malang dari arah Probolinggo juga terganggu meskipun tidak separah jalur pantura.

Untuk daerah Kecamatan Winongan, air dilaporkan hanya menyerang jalan-jalan utama desa, tidak sampai memasuki rumah warga.

Sementara di wilayah Kota Pasuruan terdampak banjir terdapat di dua Kecamatan Bugul Kidul berada di Kelurahan Tapaan, Kepel, serta Kelurahan Bugul Kidul; dan daerah langganan banjir Kelurahan Karang Ketug Kecamatan Gadingrejo.

Aktifitas yang dilakukan warga pagi tadi hanya membersihkan rumah dan perabotan dari sisa banjir.

Genangan air kotor bersama sampah banjir yang menggunung, di saluran air maupun pekarangan sekitar rumah, terlihat bakal menjadi ancaman sumber penyakit seperti diare dan gatal-gatal yang sewaktu-waktu menjangkiti warga.

Belum dihitung secara pasti berapa rumah warga warga yang terdampak banjir. Air terlihat sudah mulai surut baik yang berada di pemukiman maupun di jalan raya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa masih memantau dan menghitung kerugian adanya rumah-rumah warga yang terdampak banjir. tj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah memberikan komentar pada tulisan ini...