Rabu, 04 Januari 2012

Waladalah!, Jeruji Roda Menancap Di Mulut


PASURUAN – Seorang bocah bernama Sudiono (11), warga Desa/Kec Lumbang, Kab Pasuruan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mulutnya tertancap jeruji besi roda sepeda.

Saat berada di UGD RSU R Soedarsono, Kota Pasuruan, sore tadi, bocah nahas tersebut terlihat tegang dan menahan tangis sambil sesekali tangannya memegang tangan Sueb (43), ayahnya, seakan meminta pertolongan.

Sejumlah perawat rumah sakit terlihat bingung, hanya melakukan pemeriksaan kecil terhadap kondisi Sudiono dan tidak berusaha mengeluarkan jeruji yang tertancap sekitar 1 hingga 2 sentimter di langit-langit mulut.

Salah satu perawat, Abdul Mukhlis, mengaku takut mencabut jeruji itu karena bahan terbuat dari logam tersebut menancap cukup parah, sehingga harus menunggu dokter spesialis THT (tenggorokan, hidung dan telinga).

“Kami takut terjadi pendarahan,” kata Abdul Mukhlis.

Namun apesnya lagi, dokter yang ditunggu tidak juga muncul untuk segera memberikan pertolongan, sehingga setelah hampir setengah jam sudiono ‘tersiksa’ menunggu untuk dirawat, akhirnya pihak UGD terpaksa merujuk ke RSU Syaiful Anwar Malang agar mendapatkan pertolongan medis yang lebih memadai.

Dari informasi diketahui bahwa peristiwa tertancapnya jeruji itu terjadi tidak terduga ketika Sudiono tengah bersepeda di sebuah jalanan desa sekitar pukul 13.00 WIB.

Layaknya aksi tokoh dalam film ‘Cobra’ dengan gaya menggigit batang korek api, Sudiono saat itu bersepeda dengan menggigit jeruji yang sebelumnya ia temukan di tengah jalan.

Tidak diduga, sebuah mobil melaju di depannya, sehingga kedua tangannya pun langsung membanting setir sepeda mini yang dikendarainya hingga terjatuh.

Namun, seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Jeruji yang ia kulum waktu itu malah menancap di langit-langi rongga mulut.

Setelah sekian lama, bocah nahas itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit R Sudarsono, setelah orang tua dan warga sekitar tidak mampu mengeluarkan jeruji dalam mulut Sudiono. 

Barangkali peristiwa ini dapat menjadi peringatan kepada para orang tua agar lebih berhati-hati dan memberi pemahaman kepada putra putrinya saat bermain. Alat permainan yang sepertinya aman ternyata dapat juga berbahaya bahkan barangkali dapat mengacam jiwa. tj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih telah memberikan komentar pada tulisan ini...